...:: Senin, 18 Agusutus 2014 Jam 19.00 WIB Wayang Kulit Ki Anom Suroto Lakon "Durna Gugur" Bagian 1, Selamat Menikmati ::...

Senin, 27 September 2010

Ketoprak Siswo Budoyo "Setyowati Obong"

Ketoprak Kreasi Baru Siswo Budoyo, Tulungagung, Pimpinan Drs. Rachman SAM, mempersembahkan cerita Seri Angling Darmo - Setyowati Obong.


Para Pelaku :
Angkling Darmo .......... Budi Hartanto
Batik Madrim .......... Totok Sontro
Mangunjoyo .......... Arif
Wijanarko .......... Edi
Setyowati .......... Rafika
Emban .......... Elly, Hartiyah, Mintarsih
Pelawak .......... Jo Lewo, Jo Rewel, Jo Konyil
Begawan Manik Sutro .......... Sujud Suryo
Raja Pamupu Sayembara .......... Sandi Asmo
Ulo Tampar .......... Suhirno
Nogo Gini .......... Sriatun
Kamajaya – Ratih .......... Trimo
Kolo Werdati .......... Peni Wardoyo
Patih Kolo Werko .......... Sugeng Rogo
Endang Sasmito Puro .......... Eni

Rabu, 15 September 2010

Ketoprak Belonk & Kancil “Syeh Siti Jenar mBalelo”

MENGENAL NAMA SYEKH SITI JENAR

Syekh Siti Jenar (829-923 H/1348-1439 C/1426-1517 M), memiliki banyak nama : San Ali (nama kecil pemberian orangtua angkatnya, bukan Hasan Ali Anshar seperti banyak ditulis orang); Syekh ‘Abdul Jalil (nama yg diperoleh di Malaka, setelah menjadi ulama penyebar Islam di sana); Syekh Jabaranta (nama yg dikenal di Palembang, Sumatera dan daratan Malaka); Prabu Satmata (Gusti yg nampak oleh mata; nama yg muncul dari keadaan kasyf atau mabuk spiritual; juga nama yg diperkenalkan kepada murid dan pengikutnya); Syekh Lemah Abang atau Lemah Bang (gelar yg diberikan masyarakat Lemah Abang, suatu komunitas dan kampung model yg dipelopori Syekh Siti Jenar; melawan hegemoni kerajaan. Wajar jika orang Cirebon tidak mengenal nama Syekh Siti Jenar, sebab di Cirebon nama yg populer adalah Syekh Lemah Abang); Syekh Siti Jenar (nama filosofis yg mengambarkan ajarannya tentang sangkan-paran, bahwa manusia secara biologis hanya diciptakan dari sekedar tanah merah dan selebihnya adalah roh Allah; juga nama yg dilekatkan oleh Sunan Bonang ketika memperkenalkannya kepada Dewan Wali, pada kehadirannya di Jawa Tengah/Demak; juga nama Babad Cirebon); Syekh Nurjati atau Pangran Panjunan atau Sunan Sasmita (nama dalam Babad Cirebon, S.Z. Hadisutjipto); Syekh Siti Bang, serta Syekh Siti Brit; Syekh Siti Luhung (nama-nama yg diberikan masyarakat Jawa Tengahan); Sunan Kajenar (dalam sastra Islam-Jawa versi Surakarta baru, era R.Ng. Ranggawarsita [1802-1873]); Syekh Wali Lanang Sejati; Syekh Jati Mulya; dan Syekh Sunyata Jatimurti Susuhunan ing Lemah Abang..

Senin, 23 Agustus 2010

Peta Mudik & 10 Kartu Lebaran Pilihan

Peta Mudik 2010 Jawa Bali & 10 Kartu Lebaran Pilihan
Ramadhan 1431 H / 2010 sudah berjalan 13 hari, berarti 17 hari lagi Hari raya Idul Fitri, banyak yang yang butuh peta jalur mudik 2010, dan juga Kartu lebaran.

Silahkan download peta mudik Jawa & Bali tahun 2010 dari CBN disini (1,6 M). Peta mudik dari CBN ini mencakup wilayah Jawa dan Bali, dengan gambar cukup detail ditambah berbagai informasi ATM, rumah makan dan pom bensin serta polisi.

Atau Anda juga bisa menggunakan Peta mudik tempo inteaktif. Peta interaktif ini harus di gunakan secara online jadi anda tidak perlu mengunduh, cukup mengunjungi sitenya atau klik peta interaktif tsb maka anda akan segera menikmati peta jalur mudik 2010.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Kartu Lebaran 2010

Koleksi kartu lebaran 2010 menyambut datangnya Idul Fitri tahun 1431 H.
Sebentar lagi sudah mau lebaran 1431 H / 2010, Hari raya Idul Fitri, banyak yang yang butuh peta jalur mudik 2010, dan juga Kartu lebaran.

Kartu Lebaran yang dulu banyak dikirim lewat Kantor POS sekarang banyak dikirim lewat email, lewat blog, lewat website, lewat situs.

Selamat mudik, Selamat Berlebaran, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H / 2010, pasti banyak kesalahan yang saya lakukan, mohon maaf lahir dan batin. Minal Minal Aidin Wal Faidzin.

Minggu, 15 Agustus 2010

Semar mBangun Kayangan Ki Sigit

Untuk kepentingan “mbangun kayangan” , Ki Lurah Semar bermaksud meminjam Jamus Kalimasada kepada Prabu Puntadewa. Oleh karena itu, dia mengutus Petruk untuk menghadap Sang Prabu guna menindak lanjuti rencana tersebut. Pada saat yang sama Pendita Durna dan Patih Sakuni menyampaikan pesan sebagai utusan Prabu Duryudana, untuk _juga- meminjam Jamus Kalimasada sebagai sarana memulihkan “dahuru” yang menimpa Kerajaan Astinapura.

Tentu saja, Prabu Puntadewa menjadi “ewuh aya ing pambudi” kepada siapa Jamus Kalimasada akan dipinjamkan. Prabu Kresna yang berada di pasewakan karena diundang Prabu puntadewa, mengambil langkah bijak agar masing-masing menunggu di alun-alun, sementara keputusan akan dimusyawarahkan terlebih dahulu. Kresna pergi ke Kahyangan Jonggring Saloka guna menghadap Betara Guru agar diberikan petunjuk menyelesaikan permasalahan ini dengan cara yang tepat. Sambil menunggu kedatangan Sri Kresna, Prabu Puntadewa menemui para utusan dan memberikan syarat bagi siapapun yang bermaksud meminjam Jamus Kalimasada, yaitu berupa “Kembang Turangga Jati”. Siapapun, baik Semar maupun Duryudana bisa membawa Jamus Kalimasada asalkan berhasil memetik “Kembang Turangga Jati”.

sumber : http://apdnsemarang.wordpress.com

Silahkan menikmati audio mp3nya disini.
Semar Mbangun Kahyangan Ki Sigit1.MP3
Semar Mbangun Kahyangan Ki Sigit2.MP3
Semar Mbangun Kahyangan Ki Sigit3.MP3
Semar Mbangun Kahyangan Ki Sigit4.MP3
Semar Mbangun Kahyangan Ki Sigit5.MP3
Semar Mbangun Kahyangan Ki Sigit6.MP3
Semar Mbangun Kahyangan Ki Sigit7.MP3
Semar Mbangun Kahyangan Ki Sigit8.MP3


Senin, 09 Agustus 2010

Sunan Kudus, Masjid Menara Kudus, sampai Larangan Sembelih Sapi

Dari sekian masjid bersejarah di Indonesia, Masjid Menara Kudus (Jawa Tengah) punya keunikan tersendiri. Sebuah menara mirip candi berdiri anggun di sebelah kiri depan masjid. Banyak masyarakat awam, bahkan para arkeolog yang bertanya-tanya, bagaimana elemen masjid mengadopsi model bangunan tempat ibadah umat Hindu dan Buddha.

Tidak hanya menara, bangunan-bangunan di sekeliling masjid juga banyak yang mirip dengan bangunan candi. Gapura di depan masjid yang tersusun dari batu bata tanpa semen tidak lain merupakan ciri khas candi di Jawa Timur. Ada juga pancuran untuk wudhu yang berjumlah delapan. Di atas pancuran itu diletakkan arca. Jumlah delapan pancuran, konon mengadaptasi keyakinan Buddha, yakni 'Delapan Jalan Kebenaran' atau Asta Sanghika Marga.

Kamis, 29 Juli 2010

Maling Kopo Maling Kentiri

Ketoprak Wahyu Budoyo Babad Pati : Maling Kopo Maling Kentiri

Dalam legenda Maling Kopo, dikisahkan bahwa Sunan Muria menghadiri pesta tasyakuran (syukuran) di Juwana yang diadakan Ki Ageng Ngerang, kakek Juru Martani yang kelak akan menjadi pendukung penting Sutawijaya dalam mendirikan Kerajaan Mataram.

Konon pesta yang dihadiri murid-muridnya itu untuk mensyukuri tercapainya usia 20 dari putri Ki Ageng, yakni Dewi Roroyono. Adalah putri tersebut yang menghidangkan makanan dan minuman, dan apa boleh buat membuat salah seorang muridnya, Adipati Pethak Warak, terpesona begitu rupa sehingga berniat menculiknya.
Sebetulnya bukan hanya daya tarik Roroyono, melainkan perilaku Roroyono yang telah mempermalukan sang adipati memicu kehendaknya – dalam pesta itu Pethak Warak yang sudah beristri merayu dengan kasar dan menarik-narik tangan Roroyono, sehingga gadis muda itu tersinggung dan menyipratkan minuman ke baju Pethak Warak.