Bendhe Mataram
Pentas Ketoprak SMKI Yogya “Bendhe Mataram” Rumah Budaya Tembi, 10 Oktober 2004.
Link Undhuh Video Ketoprak MP4 “Bende Mataram”
Link Undhuh Video Ketoprak MP4 “Bende Mataram”
“Video Angling Dharma – Selir Selingkuh” dipersembahkan oleh PT. Genta Buwana Pitaloka Film Production, Producer : Budi Sutrisno, Cerita Skenario : Imam Tantowi, Desain Artisitik : El Badrun. Pimpinan Produksi : N Sindhu Dharma, Penata Artisitik : Abdullah Sajad, Penata Busana & Rias : Dahlan Harun, Penata Fotografi : H Asmawi, Penata Kamera : H Asmawi, H Akram N, Penata Suara : FX Sumpeno, Penata Musik : Harry Sabar, Editor : R Pramono, Herry Kurniawan, Co Sutradara : El Badrun, Sutradara Laga : Eddy S. Jonathan, Sutradara : Imam Tantowi.
Link Undhuh Video Angling Dharma – Wasiat Naga Bergola, Selamat menyaksikan !
Para Pelaku :
Syekh Siti Jenar (829-923 H/1348-1439 C/1426-1517 M), memiliki banyak nama : San Ali (nama kecil pemberian orangtua angkatnya, bukan Hasan Ali Anshar seperti banyak ditulis orang); Syekh ‘Abdul Jalil (nama yg diperoleh di Malaka, setelah menjadi ulama penyebar Islam di sana); Syekh Jabaranta (nama yg dikenal di Palembang, Sumatera dan daratan Malaka); Prabu Satmata (Gusti yg nampak oleh mata; nama yg muncul dari keadaan kasyf atau mabuk spiritual; juga nama yg diperkenalkan kepada murid dan pengikutnya); Syekh Lemah Abang atau Lemah Bang (gelar yg diberikan masyarakat Lemah Abang, suatu komunitas dan kampung model yg dipelopori Syekh Siti Jenar; melawan hegemoni kerajaan. Wajar jika orang Cirebon tidak mengenal nama Syekh Siti Jenar, sebab di Cirebon nama yg populer adalah Syekh Lemah Abang); Syekh Siti Jenar (nama filosofis yg mengambarkan ajarannya tentang sangkan-paran, bahwa manusia secara biologis hanya diciptakan dari sekedar tanah merah dan selebihnya adalah roh Allah; juga nama yg dilekatkan oleh Sunan Bonang ketika memperkenalkannya kepada Dewan Wali, pada kehadirannya di Jawa Tengah/Demak; juga nama Babad Cirebon); Syekh Nurjati atau Pangran Panjunan atau Sunan Sasmita (nama dalam Babad Cirebon, S.Z. Hadisutjipto); Syekh Siti Bang, serta Syekh Siti Brit; Syekh Siti Luhung (nama-nama yg diberikan masyarakat Jawa Tengahan); Sunan Kajenar (dalam sastra Islam-Jawa versi Surakarta baru, era R.Ng. Ranggawarsita [1802-1873]); Syekh Wali Lanang Sejati; Syekh Jati Mulya; dan Syekh Sunyata Jatimurti Susuhunan ing Lemah Abang..