...:: Senin, 18 Agusutus 2014 Jam 19.00 WIB Wayang Kulit Ki Anom Suroto Lakon "Durna Gugur" Bagian 1, Selamat Menikmati ::...

Kamis, 02 Desember 2010

Video Ketoprak MP4 “Bende Mataram”

Bendhe Mataram
Pentas Ketoprak SMKI  Yogya “Bendhe Mataram” Rumah Budaya Tembi, 10 Oktober 2004.
Link Undhuh Video Ketoprak MP4 “Bende Mataram”

Senin, 22 November 2010

Ke­to­prak Artis IBUKO­TA “Haryo Penangsang Vs Joko Tingkir”

Ke­to­prak Lakon Haryo Penangsang lawan Joko Tingkir, banyak makna yg terkan­dung dalam cerit­era ini.​ Semoga para penon­ton bisa mere­nun­gi apa yg dis­am­paikan di Lakon ini.

Sumber : Youtube.com Up­load by Lon­doireng

Ringkasan Cerita :

Raden Trenggana naik takhta Demak sejak tahun 1521 bergelar Sultan Trenggana. Pemerintahannya berakhir saat ia gugur di Panarukan, Situbondo tahun 1546. Raden Mukmin menggantikan sebagai sultan keempat bergelar Sunan Prawoto.

Pada tahun 1549 Arya Penangsang dengan dukungan gurunya, yaitu Sunan Kudus, membalas kematian Raden Kikin dengan mengirim utusan bernama Rangkud untuk membunuh Sunan Prawoto dengan Keris Kyai Setan Kober. Rangkud sendiri tewas pula, saling bunuh dengan korbannya itu.

Ratu Kalinyamat, adik Sunan Prawoto, menemukan bukti kalau Sunan Kudus terlibat pembunuhan kakaknya. Ia datang ke Kudus meminta pertanggungjawaban. Namun jawaban Sunan Kudus bahwa Sunan Prawoto mati karena karma membuat Ratu Kalinyamat kecewa.

Ratu Kalinyamat bersama suaminya pulang ke Jepara. Di tengah jalan mereka diserbu anak buah Arya Penangsang. Ratu Kalinyamat berhasil lolos, sedangkan suaminya, yang bernama Pangeran Hadari, terbunuh.

Arya Penangsang kemudian mengirim empat orang utusan membunuh saingan beratnya, yaitu Hadiwijaya, menantu Sultan Trenggana yang menjadi bupati Pajang. Meskipun keempatnya dibekali keris pusaka Kyai Setan Kober, namun, mereka tetap dapat dikalahkan Hadiwijaya dan dipulangkan secara hormat.

Hadiwijaya ganti mendatangi Arya Penangsang untuk mengembalikan keris Kyai Setan Kober. Keduanya lalu terlibat pertengkaran dan didamaikan Sunan Kudus. Hadiwijaya kemudian pamit pulang, sedangkan Sunan Kudus menyuruh Penangsang berpuasa 40 hari untuk menghilangkan Tuah Rajah Kalacakra yang sebenarnya akan digunakan untuk menjebak Hadiwijaya tetapi malah mengenai Arya Penangsang sendiri pada waktu bertengkar dengan Hadiwijaya karena emosi Aryo Penangsang sendiri yang labil.

Link Undhuh Ketoprak “Haryo Penangsang Vs Joko Tingkir”

Sabtu, 06 November 2010

Video Ketoprak “Aryo Penangsang”



Arya Penangsang adalah seorang adiati di Jipang Panolan yang sakti dan memiliki sifat pendendam. Dengan sifatnya itu, ia memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi nyawa Raja Demak, Sunan Prawata. Tidak puas dengan itu, Arya Penangsang pun berniat untuk membinasakan Sultan Hadiwijaya yang berkedudukan di Pajang. Mengapa Arya Penangsang mendendam kepada Sunan Prawata? Lalu, berhasilkah ia membinasakan Sultan Hadiwijaya? Jawabannya dapat Anda temukan dalam cerita Arya Penangsang berikut ini.

Pada masa pemerintahaan Kesultanan Demak, tersebutlah seorang adipati yang bernama Arya Penangsang. Ia berkedudukan di Kadipaten Jipang Panolan, Jawa Tengah. Arya Penangsang adalah putra Raden Kikin atau yang biasa dikenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda ing Lepen (bunga yang tewas di tepi sungai Bengawan Solo).

Minggu, 17 Oktober 2010

Video Angling Dharma – Selir Selingkuh

Video Angling Dharma – Selir Selingkuh” dipersembahkan oleh PT. Genta Buwana Pitaloka Film Production, Producer : Budi Sutrisno, Cerita Skenario : Imam Tantowi, Desain Artisitik : El Badrun. Pimpinan Produksi : N Sindhu Dharma, Penata Artisitik : Abdullah Sajad, Penata Busana & Rias : Dahlan Harun, Penata Fotografi : H Asmawi, Penata Kamera : H Asmawi, H Akram N, Penata Suara : FX Sumpeno, Penata Musik : Harry Sabar, Editor : R Pramono, Herry Kurniawan, Co Sutradara : El Badrun, Sutradara Laga : Eddy S. Jonathan, Sutradara : Imam Tantowi.

Link Undhuh Video Angling Dharma – Selir Selingkuh, Selamat menyaksikan !

Selasa, 05 Oktober 2010

Angling Dharma – Wasiat Naga Bergola

“Video Angling Dharma – Wasiat Naga Bergola” dipersembahkan oleh PT. Genta Buwana Pitaloka Film Production, Producer : Budi Sutrisno, Cerita Skenario : Imam Tantowi, Desain Artisitik : El Badrun. Pimpinan Produksi : N Sindhu Dharma, Penata Artisitik : Abdullah Sajad, Penata Busana & Rias : Dahlan Harun, Penata Fotografi : H Asmawi, Penata Kamera : H Asmawi, H Akram N, Penata Suara : FX Sumpeno, Penata Musik : Harry Sabar, Editor : R Pramono, Herry Kurniawan, Co Sutradara : El Badrun, Sutradara Laga : Eddy S. Jonathan, Sutradara : Imam Tantowi.

Link Undhuh Video Angling Dharma – Wasiat Naga Bergola, Selamat menyaksikan !

Senin, 27 September 2010

Ketoprak Siswo Budoyo "Setyowati Obong"

Ketoprak Kreasi Baru Siswo Budoyo, Tulungagung, Pimpinan Drs. Rachman SAM, mempersembahkan cerita Seri Angling Darmo - Setyowati Obong.


Para Pelaku :
Angkling Darmo .......... Budi Hartanto
Batik Madrim .......... Totok Sontro
Mangunjoyo .......... Arif
Wijanarko .......... Edi
Setyowati .......... Rafika
Emban .......... Elly, Hartiyah, Mintarsih
Pelawak .......... Jo Lewo, Jo Rewel, Jo Konyil
Begawan Manik Sutro .......... Sujud Suryo
Raja Pamupu Sayembara .......... Sandi Asmo
Ulo Tampar .......... Suhirno
Nogo Gini .......... Sriatun
Kamajaya – Ratih .......... Trimo
Kolo Werdati .......... Peni Wardoyo
Patih Kolo Werko .......... Sugeng Rogo
Endang Sasmito Puro .......... Eni

Rabu, 15 September 2010

Ketoprak Belonk & Kancil “Syeh Siti Jenar mBalelo”

MENGENAL NAMA SYEKH SITI JENAR

Syekh Siti Jenar (829-923 H/1348-1439 C/1426-1517 M), memiliki banyak nama : San Ali (nama kecil pemberian orangtua angkatnya, bukan Hasan Ali Anshar seperti banyak ditulis orang); Syekh ‘Abdul Jalil (nama yg diperoleh di Malaka, setelah menjadi ulama penyebar Islam di sana); Syekh Jabaranta (nama yg dikenal di Palembang, Sumatera dan daratan Malaka); Prabu Satmata (Gusti yg nampak oleh mata; nama yg muncul dari keadaan kasyf atau mabuk spiritual; juga nama yg diperkenalkan kepada murid dan pengikutnya); Syekh Lemah Abang atau Lemah Bang (gelar yg diberikan masyarakat Lemah Abang, suatu komunitas dan kampung model yg dipelopori Syekh Siti Jenar; melawan hegemoni kerajaan. Wajar jika orang Cirebon tidak mengenal nama Syekh Siti Jenar, sebab di Cirebon nama yg populer adalah Syekh Lemah Abang); Syekh Siti Jenar (nama filosofis yg mengambarkan ajarannya tentang sangkan-paran, bahwa manusia secara biologis hanya diciptakan dari sekedar tanah merah dan selebihnya adalah roh Allah; juga nama yg dilekatkan oleh Sunan Bonang ketika memperkenalkannya kepada Dewan Wali, pada kehadirannya di Jawa Tengah/Demak; juga nama Babad Cirebon); Syekh Nurjati atau Pangran Panjunan atau Sunan Sasmita (nama dalam Babad Cirebon, S.Z. Hadisutjipto); Syekh Siti Bang, serta Syekh Siti Brit; Syekh Siti Luhung (nama-nama yg diberikan masyarakat Jawa Tengahan); Sunan Kajenar (dalam sastra Islam-Jawa versi Surakarta baru, era R.Ng. Ranggawarsita [1802-1873]); Syekh Wali Lanang Sejati; Syekh Jati Mulya; dan Syekh Sunyata Jatimurti Susuhunan ing Lemah Abang..